Imunisasi atau Vaksin Anjing
Ya belum lama ini anjing-anjing kuberikan vaksin, saya undang
drh untuk membantu menyuntikannya. Apa itu vaksin anjing apakah perlu ?, nah
mari kita bahas lengkap satu per satu tentang vaksin.
Kenapa anjing Butuh vaksin apakah mekanismenya sama dengan
vaksin manusia?
Vaksin anjing proses kerjanya sama dengan vaksin manusia,
pembedanya adalah jenis penyakitnya yang dapat mengancam sebagian besar dari
anjing. Vaksin anjing diperlukan untuk membentuk antibodi anjing supaya lebih
tahan bila terkena virus anjing yang menjangkit, seberapa besar ketahanan
terhadap virus anjing apabila sudah di vaksin, dalam sebuah jurnal dikatakan
anjing dapat bertahan kemungkinan besar hampir 90 % setelah di vaksin, jadi
masih ragukah?
Vaksin anjing juga dapat mencegah munculnya endemik penyakit
anjing tersebut, seperti rabies. Maka vaksin rabies biasanya diberikan hanya
untuk wilayah-wilayah yang belum bebas rabies,
Provinsi yang dinyatakan sebagai
daerah bebas rabies adalah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta,
Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa
Tenggara Barat, Papua dan Papua Barat.
Nah apabila anda membeli anjing diluar
dari daerah bebas rabies sebaiknya anjing anda langsung anda vaksin rabies atau
anda perlu melihat jadwal vaksin dari si anjing.
Ada 8 jenis vaksin anjing yang beredar luas dipasaran/ di
Indonesia. Yaitu :
Distemper
Parvovirus
Hepatitis
Leptospirosis
Parainfluenza
Coronavirus
Bordotella
Rabies
Berikut pengenalan vaksin-vaksin diatas :
Distemper
Penyakit ini menyerang semua jaringan di dalam
tubuh anjing. Jalur masuknya adalah melalui pernapasan, saat anak anjing
menghirup udara yang terkontaminasi. Pada fase awal, gejalanya menyerupai flu
berat yang disertai demam. Namun, pada fase selanjutnya, akan diikuti oleh
muntah-muntah, demam tinggi, diare, perilaku yang agresif, dan penebalan atau
pengelupasan hidung serta telapak kaki. Penyakit ini sangat sering berakibat fatal.
Bahkan, jika anak anjing berhasil sembuh sekalipun, umumnya akan mengalami
kerusakan saraf. Oleh sebab itu, tindakan preventif yang sangat dianjurkan
adalah dengan vaksinasi.
Parvovirus
Terinfeksi Parvovirus pada anjing menyebabkan
dehidrasi berat akibat muntah terus menerus dan diare berdarah. Dalam beberapa
kasus hal ini juga dapat menyebabkan kematian. Sel-sel darah putih anjing yang
hancur akan membuat sistem kekebalan tubuh sangat lemah.Serangan parvovirus
sangat serius. Biasanya virus ini menyerang sistem pencernaan. Gejalanya
meliputi diare dan muntah-muntah parah – hingga terkadang mengeluarkan darah,
demam tinggi dan anak anjing tampak lesu. Kotoran yang dihasilkannya umumnya
berbau busuk, dan terkadang berwarna kekuningan. Parvo juga dapat menyerang
bagian jantung anjing, menyebabkan gagal jantung congestive. Tanpa perawatan
medis yang tepat, Parvo seringkali berakibat fatal. Masa kekebalan vaksin untuk
Parvovirus lebih dari 1 tahun.
Hepatitis
Canine hepatitis adalah penyakit virus yang sangat
menular yang disebabkan oleh adenovirus. Ada dua jenis adenovirus, tipe 1 dan
tipe 2. Vaksin Adenovirus tipe 2 dapat memberikan perlindungan terhadap
hepatitis kedua tipe 1 dan tipe 2 . Disebarkan melalui kontak dengan kotoran
atau urin yang terkontaminasi. Penyakit ini mempengaruhi ginjal dan hati.
Gejalanya meliputi demam tinggi, tidak nafsu makan, muntah dan diare yang
disertai darah, serta perilaku depresif. Anjing yang terinfeksi berpeluang
mengalami gangguan kesehatan kronis di masa mendatang. Anjing yang baru sembuh
dari penyakit ini juga akan mengeluarkan kotoran dan urin yang terkontaminasi
virus, memberikan peluang bagi hewan-hewan lainnya untuk tertular. Metode
pencegahan terbaik adalah dengan vaksinasi.
Leptospirosis
Penyakit ini menyerang hati dan ginjal anjing.
Penyakit ini pun dapat menulari manusia melalui kontak dengan urin anjing yang
terkontaminasi. Gejalanya termasuk muntah-muntah, kehausan, diare yang disertai
darah dan perilaku depresif. Dalam beberapa kasus, fisik anjing juga terlihat
menguning. Dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik, namun pencegahan
terbaik adalah dengan vaksinasi.
Para Influenza
Vaksin canine influenza bisa diberikan kepada anjing yang berada di lingkungan yang tidak sehat. Biasanya tidak semua anjing di berbagai belahan dunia ini perlu disuntik vaksin ini. Namun, untuk pencegahan gangguan pernapasan karena flu, Anda bisa meminta dokter hewan untuk memberikannya sesegera mungkin.
Vaksin ini akan menghindarkan anjing terhadap canine influenza yang mengakibatkan lebih dari 5 persen anjing mati, kebanyakan influenza berat akan bercampur dengan beberapa penyakit anjing lain yang membuat lebih berbahaya. Anjing yang yang selalu berada di rumah perlu diberi vaksin ini ketika Anda akan mengajaknya keluar rumah dalam waktu yang cukup lama. Pemberian bisa dilakukan kapan saja tanpa melihat usia anjing.
Coronavirus (CCV)
Anak-anak anjing menjelajahi dunia mereka dengan mengendus segala sesuatu dan kemudian cenderung menjilat hidung mereka, dan itulah cara utama mereka cepat terinfeksi. Begitu virus tertelan, infeksi berkembang dalam satu sampai tiga hari. Tanda bervariasi dengan anjing dewasa mungkin hanya menunjukkan muntah satu kali (atau tidak sama sekali), atau serangan diare eksplosif yang tiba-tiba - biasanya berwarna kuning ke hijau sampai cairan oranye.
Tapi CCV bisa lebih mematikan saat anak anjing itu sudah terinfeksi parasit usus yang membahayakan kesehatannya. Secara khusus, anjing yang terinfeksi CCV dan canin parvovirus pada saat bersamaan memiliki angka kematian 90 persen.
Vaksin bordatella adalah salah satu vaksin yang mencegah anjing mengalami batuk-batuk dan menganggu organ pernapasannya. Anjing yang sering bermain di tempat lembap atau kotor akan rentan terkena bakteri yang menyebabkan mereka susah bernapas. Akhirnya anjing jadi malas makan dan menyebabkan tubuhnya kian lemas dan rentan terkena infeksi virus lain.
Vaksin bordatella adalah vaksin yang bisa digunakan untuk mengganti vaksin distemper.
Vaksin rabies untuk anjing adalah vaksin pertama kali
yang harus Anda pikirkan. Rabies pada anjing adalah penyakit virus yang sudah
terbukti bisa berakibat fatal yang menyerang sistem saraf anjing. Penyakit
rabies bisa menyebar kepada hewan lain atau bahkan manusia jika terkena gigitan
atau cakaran anjing yang terinfeksi. Masa kekebalan untuk vaksin rabies anjing
tergantung pada jenis vaksin yang diberikan kepada binatang itu.
Kapan harusnya anjing atau puppys di vaksin?
Setiap breeder atau pemilik anjing wajib memiliki buku medic
berupa catatan vaksin dan kesehatan anjing, berikut daftar vaksin dari mulai
puppys
- Vaksin pertama Usia 6-8 minggu (+-2bulan) – eurican 4
(Distemper, Hepatitis, Parvovirus, Parainfluenza).
- Vaksin kedua Usia 12 -20 minggu (3 bulan) pengulangan eurican
4 atau bisa ditambah jadi eurican 6 (Distemper, Hepatitis, Parvovirus,
Parainfluenza, Leptospirosis).
- Vaksin ketiga dan Pengulangan dapat diberikan E7 Eurican 7
usia 1 tahun, diulang setiap tahun, dikarenakan antibody yang terbentuk akan
menurun dan habis selama 1 tahun.
Sedangkan untuk rabies cukup diberikan 1 kali secara terpisah
dari vaksin-vaksin diatas.
Apa saja syarat anjing yang boleh di vaksin?
• Sehat (selama
+-2 minggu sebelumnya tidak nampak gejala sakit)
• Nafsu makan
baik
• Tidak demam
• Umur sesuai
dengan syarat minimal vaksin
• Tidak batuk,
pilek, bersin
• Tidak muntah,
diare
• Tidak ada
masalah kulit
• Tidak ada
infeksi
• Tidak cacingan
Tips saat penyuntikan vaksin
Bersikaplah tenang, hal ini akan membuat anjing anda lebih
dapat dikontrol
Siapkan suntikan/mintalah drh untuk menyiapkan suntikan tidak
didepan anjing.
Biarkan anjing anda dalam keadaan tenang, berikan suntikan
berlainan arah dengan kepala anjing anda sehingga anjing anda tidak mengetahui
jarum sudah masuk.
Perlakuan setelah vaksinasi
Setelah semua proses vaksinasi dilakukan dengan benar maka
pemilik anjing juga perlu memperhatikan beberapa perlakuan setelah vaksinasi.
Beberapa bentuk perlakuan setelah anjing divaksinasi seperti :
1. Tidak memandikannya setidaknya selama 1-2 minggu karena dapat
memicu stres dan penurunan antibodi pada hewan peliharaan,
2. Pemberian vitamin juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan
kekebalan tubuh anjing.
3. Memberikan waktu istirahat yang cukup, seperti anjing pekerja
sebaiknya selama 1 minggu jadwal latihan dapat di kurangi.
Kenalilah reaksi-reaksi terhadap vaksin.
Walaupun jarang terjadi, Anda perlu mengetahui reaksi-reaksi
akibat pemberian vaksin. Anjing mungkin akan mengalami pembengkakan di lokasi
penyuntikan, demam ringan, lemas atau kurang berselera makan, bersin-bersin
atau batuk-batuk. Salah satu reaksi terparah adalah anafilaksis, suatu reaksi
berbahaya yang perlu segera ditangani. Jika denyut nadi anjing Anda rendah,
sulit bernapas, atau tekanan darahnya rendah, segera bawa ke dokter hewan. Jika
denyut nadi atau tekanan darah anjing Anda rendah, anjing mungkin akan tampak
mengantuk dan lemah atau mabuk kemudian pingsan. Semua hal ini biasanya terjadi
dalam kurun waktu 20-30 menit.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar