Halaman

Selasa, 09 Oktober 2018

Imunisasi atau Vaksin Anjing supaya sehat


Imunisasi atau Vaksin Anjing

Ya belum lama ini anjing-anjing kuberikan vaksin, saya undang drh untuk membantu menyuntikannya. Apa itu vaksin anjing apakah perlu ?, nah mari kita bahas lengkap satu per satu tentang vaksin.


Kenapa anjing Butuh vaksin apakah mekanismenya sama dengan vaksin manusia?


Vaksin anjing proses kerjanya sama dengan vaksin manusia, pembedanya adalah jenis penyakitnya yang dapat mengancam sebagian besar dari anjing. Vaksin anjing diperlukan untuk membentuk antibodi anjing supaya lebih tahan bila terkena virus anjing yang menjangkit, seberapa besar ketahanan terhadap virus anjing apabila sudah di vaksin, dalam sebuah jurnal dikatakan anjing dapat bertahan kemungkinan besar hampir 90 % setelah di vaksin, jadi masih ragukah?

Vaksin anjing juga dapat mencegah munculnya endemik penyakit anjing tersebut, seperti rabies. Maka vaksin rabies biasanya diberikan hanya untuk wilayah-wilayah yang belum bebas rabies, 

Provinsi yang dinyatakan sebagai daerah bebas rabies adalah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua dan Papua Barat. 

Nah apabila anda membeli anjing diluar dari daerah bebas rabies sebaiknya anjing anda langsung anda vaksin rabies atau anda perlu melihat jadwal vaksin dari si anjing.

Ada 8 jenis vaksin anjing yang beredar luas dipasaran/ di Indonesia. Yaitu :

Distemper
Parvovirus
Hepatitis
Leptospirosis
Parainfluenza
Coronavirus
Bordotella
Rabies

Berikut pengenalan vaksin-vaksin diatas :

Distemper

Penyakit ini menyerang semua jaringan di dalam tubuh anjing. Jalur masuknya adalah melalui pernapasan, saat anak anjing menghirup udara yang terkontaminasi. Pada fase awal, gejalanya menyerupai flu berat yang disertai demam. Namun, pada fase selanjutnya, akan diikuti oleh muntah-muntah, demam tinggi, diare, perilaku yang agresif, dan penebalan atau pengelupasan hidung serta telapak kaki. Penyakit ini sangat sering berakibat fatal. Bahkan, jika anak anjing berhasil sembuh sekalipun, umumnya akan mengalami kerusakan saraf. Oleh sebab itu, tindakan preventif yang sangat dianjurkan adalah dengan vaksinasi.

Parvovirus

Terinfeksi Parvovirus pada anjing menyebabkan dehidrasi berat akibat muntah terus menerus dan diare berdarah. Dalam beberapa kasus hal ini juga dapat menyebabkan kematian. Sel-sel darah putih anjing yang hancur akan membuat sistem kekebalan tubuh sangat lemah.Serangan parvovirus sangat serius. Biasanya virus ini menyerang sistem pencernaan. Gejalanya meliputi diare dan muntah-muntah parah – hingga terkadang mengeluarkan darah, demam tinggi dan anak anjing tampak lesu. Kotoran yang dihasilkannya umumnya berbau busuk, dan terkadang berwarna kekuningan. Parvo juga dapat menyerang bagian jantung anjing, menyebabkan gagal jantung congestive. Tanpa perawatan medis yang tepat, Parvo seringkali berakibat fatal. Masa kekebalan vaksin untuk Parvovirus lebih dari 1 tahun.

Hepatitis

Canine hepatitis adalah penyakit virus yang sangat menular yang disebabkan oleh adenovirus. Ada dua jenis adenovirus, tipe 1 dan tipe 2. Vaksin Adenovirus tipe 2 dapat memberikan perlindungan terhadap hepatitis kedua tipe 1 dan tipe 2 . Disebarkan melalui kontak dengan kotoran atau urin yang terkontaminasi. Penyakit ini mempengaruhi ginjal dan hati. Gejalanya meliputi demam tinggi, tidak nafsu makan, muntah dan diare yang disertai darah, serta perilaku depresif. Anjing yang terinfeksi berpeluang mengalami gangguan kesehatan kronis di masa mendatang. Anjing yang baru sembuh dari penyakit ini juga akan mengeluarkan kotoran dan urin yang terkontaminasi virus, memberikan peluang bagi hewan-hewan lainnya untuk tertular. Metode pencegahan terbaik adalah dengan vaksinasi.

Leptospirosis

Penyakit ini menyerang hati dan ginjal anjing. Penyakit ini pun dapat menulari manusia melalui kontak dengan urin anjing yang terkontaminasi. Gejalanya termasuk muntah-muntah, kehausan, diare yang disertai darah dan perilaku depresif. Dalam beberapa kasus, fisik anjing juga terlihat menguning. Dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik, namun pencegahan terbaik adalah dengan vaksinasi.

Para Influenza

Vaksin canine influenza bisa diberikan kepada anjing yang berada di lingkungan yang tidak sehat. Biasanya tidak semua anjing di berbagai belahan dunia ini perlu disuntik vaksin ini. Namun, untuk pencegahan  gangguan pernapasan karena flu, Anda bisa meminta dokter hewan untuk memberikannya sesegera mungkin.

Vaksin ini akan menghindarkan anjing terhadap canine influenza yang mengakibatkan lebih dari 5 persen anjing mati, kebanyakan influenza berat akan bercampur dengan beberapa penyakit anjing lain yang membuat lebih berbahaya. Anjing yang yang selalu berada di rumah perlu diberi vaksin ini ketika Anda akan mengajaknya keluar rumah dalam waktu yang cukup lama. Pemberian bisa dilakukan kapan saja tanpa melihat usia anjing.

Coronavirus (CCV)

Coronavirus atau ccv adalah jenis virus menginfeksi melalui udara, dan biasa ditularkan dari induk. Anjing biasanya terinfeksi melalui kontak dengan anjing sakit atau kotorannya. Pada saat stres bisa mengurangi resistensi terhadap infeksi. Virus ini dapat tetap berada dalam tubuh anjing yang sudah sembuh dan dapat menular sampai enam bulan kedepan, sehingga anak-anak anjing pun bisa terus menyebarkan infeksi tersebut.

Anak-anak anjing menjelajahi dunia mereka dengan mengendus segala sesuatu dan kemudian cenderung menjilat hidung mereka, dan itulah cara utama  mereka cepat terinfeksi. Begitu virus tertelan, infeksi berkembang dalam satu sampai tiga hari. Tanda bervariasi dengan anjing dewasa mungkin hanya menunjukkan muntah satu kali (atau tidak sama sekali), atau serangan diare eksplosif yang tiba-tiba - biasanya berwarna kuning ke hijau sampai cairan oranye.

Tapi CCV bisa lebih mematikan saat anak anjing itu sudah terinfeksi parasit usus yang membahayakan kesehatannya. Secara khusus, anjing yang terinfeksi CCV dan canin parvovirus pada saat bersamaan memiliki angka kematian 90 persen.

Bordatella (Kennel Cough)

Vaksin bordatella adalah salah satu vaksin yang mencegah anjing mengalami batuk-batuk dan menganggu organ pernapasannya. Anjing yang sering bermain di tempat lembap atau kotor akan rentan terkena bakteri yang menyebabkan mereka susah bernapas. Akhirnya anjing jadi malas makan dan menyebabkan tubuhnya kian lemas dan rentan terkena infeksi virus lain.
Vaksin bordatella adalah vaksin yang bisa digunakan untuk mengganti vaksin distemper.


Rabies 

Vaksin rabies untuk anjing adalah vaksin pertama kali yang harus Anda pikirkan. Rabies pada anjing adalah penyakit virus yang sudah terbukti bisa berakibat fatal yang menyerang sistem saraf anjing. Penyakit rabies bisa menyebar kepada hewan lain atau bahkan manusia jika terkena gigitan atau cakaran anjing yang terinfeksi. Masa kekebalan untuk vaksin rabies anjing tergantung pada jenis vaksin yang diberikan kepada binatang itu.


Kapan harusnya anjing atau puppys di vaksin?

Setiap breeder atau pemilik anjing wajib memiliki buku medic berupa catatan vaksin dan kesehatan anjing, berikut daftar vaksin dari mulai puppys

- Vaksin pertama Usia 6-8 minggu (+-2bulan) – eurican 4 (Distemper, Hepatitis, Parvovirus, Parainfluenza).

- Vaksin kedua Usia 12 -20 minggu (3 bulan) pengulangan eurican 4 atau bisa ditambah jadi eurican 6 (Distemper, Hepatitis, Parvovirus, Parainfluenza, Leptospirosis).

- Vaksin ketiga dan Pengulangan dapat diberikan E7 Eurican 7 usia 1 tahun, diulang setiap tahun, dikarenakan antibody yang terbentuk akan menurun dan habis selama 1 tahun.

Sedangkan untuk rabies cukup diberikan 1 kali secara terpisah dari vaksin-vaksin diatas.

Apa saja syarat anjing yang boleh di vaksin?

        Sehat (selama +-2 minggu sebelumnya tidak nampak gejala sakit)
        Nafsu makan baik
        Tidak demam
        Umur sesuai dengan syarat minimal vaksin
        Tidak batuk, pilek, bersin
        Tidak muntah, diare
        Tidak ada masalah kulit
        Tidak ada infeksi
        Tidak cacingan

Tips saat penyuntikan vaksin

Bersikaplah tenang, hal ini akan membuat anjing anda lebih dapat dikontrol
Siapkan suntikan/mintalah drh untuk menyiapkan suntikan tidak didepan anjing.

Biarkan anjing anda dalam keadaan tenang, berikan suntikan berlainan arah dengan kepala anjing anda sehingga anjing anda tidak mengetahui jarum sudah masuk.

Perlakuan setelah vaksinasi

Setelah semua proses vaksinasi dilakukan dengan benar maka pemilik anjing juga perlu memperhatikan beberapa perlakuan setelah vaksinasi. Beberapa bentuk perlakuan setelah anjing divaksinasi seperti :
1. Tidak memandikannya setidaknya selama 1-2 minggu karena dapat memicu stres dan penurunan antibodi pada hewan peliharaan,
2. Pemberian vitamin juga dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kekebalan tubuh anjing.
3. Memberikan waktu istirahat yang cukup, seperti anjing pekerja sebaiknya selama 1 minggu jadwal latihan dapat di kurangi.

Kenalilah reaksi-reaksi terhadap vaksin.

Walaupun jarang terjadi, Anda perlu mengetahui reaksi-reaksi akibat pemberian vaksin. Anjing mungkin akan mengalami pembengkakan di lokasi penyuntikan, demam ringan, lemas atau kurang berselera makan, bersin-bersin atau batuk-batuk. Salah satu reaksi terparah adalah anafilaksis, suatu reaksi berbahaya yang perlu segera ditangani. Jika denyut nadi anjing Anda rendah, sulit bernapas, atau tekanan darahnya rendah, segera bawa ke dokter hewan. Jika denyut nadi atau tekanan darah anjing Anda rendah, anjing mungkin akan tampak mengantuk dan lemah atau mabuk kemudian pingsan. Semua hal ini biasanya terjadi dalam kurun waktu 20-30 menit.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anjing karya guna

Anjing karya guna Adalah sebuah pelatihan anjing ditujukan untuk kemampuan khusus sesuai dengan standart FCI, dan IGSC , Pedoman dan s...